Kini bukan zamannya lagi menganggap kamar mandi, WC, dan toilet sebagai “daerah” yang tak perlu sering dibersihkan, dan karenanya lebih baik diletakkan di bagian rumah paling belakang. Justru karena sadar bahwa kamar mandi/WC/toilet merupakan sarana pemenuhan hajat manusia paling utama, penempatan maupun penataannya menjadi bagian penting dalam arsitektur rumah.
Kalau dulu kesan kamar mandi/WC/toilet adalah lembab, licin, dan dekil, kini sebaliknya. Banyak orang menata sarana itu sepenuh hati, sehingga hasilnya: astaga, lebih cantik dari ruang tidur!…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…




atau download kliping ini (PDF)
Di banding dengan ruang-ruang lain di dalam rumah, kamar mandi bisa dibilang merupakan daerah yang paling banyak menggunakan keramik. Kamar mandi yang pada dasarnya cenderung basah dan lembab memang paling cocok dilapis dengan benda yang satu ini.
Dan pada zaman sekarang, di mana variasi warna dan corak keramik amat beragam, kamar mandi malah dijadikan salah satu ajang “pameran” keramik. Pemilik rumah tidak sekedar menginginkan kamar mandi yang fungsional (untuk menuntaskan hajat), melainkan juga yang estetis. Kehadiran bak mandi, kloset, bidet, dan wastafel lantas harus diperkuat dengan keramik sebagai pelapis lantai dan dinding…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…


atau download kliping ini (PDF)
Keramik. Sungguh kuat bahan yang satu ini. Kalau tidak, tentu saja pesawat ulang-alik tidak akan memakainya sebagai pelapis luar. Kalau bukan keramik, tak ada bahan lain yang tahan menghadapi panas, terutama saat pesawat memasuki kembali atmosfer bumi.
Pendeknya, soal fungsi keramik tak ada yang memperdebatkannya. Ia bukan saja tahan panas, tetapi juga kuat dan tahan air. Para arsitek telah lama kenal keramik, bahan yang digunakan mulai dari melapis kamar mandi hingga kuil, memperindah restoran sampai bandara…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…



atau download kliping ini (PDF)
Recent Comments